INTAN JAYA - Di jantung pedalaman Intan Jaya, Papua Tengah, sebuah inisiatif sederhana namun menggugah hati tengah berlangsung. Para prajurit dari Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti, melalui Pos Kendetapa di Distrik Homeyo, secara rutin menjalankan program mulia yang dikenal sebagai “Rosita” atau Borong Hasil Tani. Aksi ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan denyut nadi yang menghidupkan perekonomian mama-mama Papua, mengubah hasil bumi mereka menjadi senyum dan harapan.
Setiap harinya, terutama pada Kamis (30/4/2026), hamparan hasil kebun segar seperti ubi yang pulen, aneka sayuran hijau, buah merah ranum, hingga pisang manis, berpindah tangan. Para personel pos dengan antusias memborong semua yang ditawarkan mama-mama penjual. Komoditas ini tak hanya memenuhi kebutuhan logistik harian para prajurit, tetapi yang terpenting, memastikan bahwa jerih payah warga terserap langsung, tanpa perlu menempuh perjalanan jauh yang melelahkan ke pasar tradisional.
Kapten Inf Doriman Rajagukguk, Komandan Pos Kendetapa, menjelaskan filosofi di balik program ini. Ia melihatnya sebagai bentuk kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan masyarakat, sebuah solusi cerdas di tengah keterbatasan.

“Daripada anggota harus belanja ke kota yang jaraknya cukup jauh, kami memilih membeli langsung dari mama-mama di sini. Hasilnya segar, mereka mendapatkan penghasilan, dan kebutuhan dapur pos juga terpenuhi. Ini solusi yang saling menguntungkan, ” ujar Kapten Doriman.
Suasana keakraban membuncah saat transaksi berlangsung. Tawa riang dan percakapan hangat mewarnai setiap tawar-menawar. Bagi mama-mama penjual, kehadiran pos TNI bukan hanya sekadar pos keamanan, melainkan telah menjelma menjadi “pasar hidup” yang krusial bagi kelangsungan ekonomi keluarga mereka.
Mama Marta Tipagau (43), salah seorang mama Papua yang berdagang, berbagi kisahnya dengan mata berbinar. Ia merasakan langsung dampak positif program ini dalam kehidupan sehari-harinya.
“Kalau kami bawa ke pos, ubi dan sayur cepat habis. Uangnya bisa untuk beli kebutuhan rumah seperti garam, sabun, dan biaya sekolah anak. Kami senang karena bapak tentara selalu bantu kami, ” tuturnya penuh rasa syukur.
Program “Rosita” ini menjadi salah satu strategi andalan Satgas Yonif 113/Jaya Sakti dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput. Lebih dari sekadar meningkatkan daya beli, kegiatan ini secara tak langsung semakin mempererat ikatan emosional antara TNI dan masyarakat, membangun rasa saling percaya dan kebersamaan.
Kapten Doriman menegaskan komitmen berkelanjutan terhadap program ini. Baginya, kehadiran TNI di wilayah tersebut harus memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin kehadiran kami benar-benar dirasakan manfaatnya. Tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga membantu menggerakkan ekonomi warga, ” tegasnya.
Di tengah bentang alam Papua yang penuh tantangan, aksi nyata seperti “Rosita” menjadi bukti nyata bahwa TNI mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif. Dari menjaga batas negara hingga menjaga dapur mama-mama Papua tetap mengepul, kehadiran mereka sungguh berarti.
(PERS)

Admin