INTAN JAYA - Suasana hangat penuh keakraban terlihat di Pos Kendetapa Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS), Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). Kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) kali ini berlangsung unik, diwarnai canda tawa antara prajurit dan warga sambil menikmati buah markisah hasil kebun masyarakat.
Sejumlah mama-mama dari Kampung Kendetapa datang ke pos dengan membawa noken berisi buah markisah. Buah tersebut kemudian dinikmati bersama prajurit di depan pos, menciptakan suasana santai namun sarat makna kebersamaan.
Markisah dibelah satu per satu, disantap langsung maupun dicampur garam dan cabai. Di sela momen tersebut, warga berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari, mulai dari hasil panen, kondisi keluarga, hingga situasi kampung. Prajurit pun menyimak dengan penuh perhatian, sesekali melontarkan candaan yang semakin mencairkan suasana.

Salah satu warga, Mama Paskalina Migau (41), mengaku senang dengan kedekatan yang terjalin antara masyarakat dan personel TNI.
“Kami senang datang ke pos. Tentara tidak sombong. Kami bawa markisah dari kebun, dimakan sama-sama, ketawa sama-sama. Hati kami jadi dekat, ” ungkapnya.
Komandan Pos Kendetapa, Kapten Inf Doriman Rajagukguk, menegaskan bahwa pendekatan melalui Komsos menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat di wilayah penugasan.
“Komsos seperti ini sangat efektif untuk mendekatkan diri dengan warga. Dari komunikasi yang baik, kami bisa memahami kesulitan mereka sekaligus membangun kepercayaan. Bahkan dari hal sederhana seperti berbagi buah markisah, hubungan itu bisa semakin kuat, ” ujarnya.
Ia menambahkan, kedekatan antara TNI dan masyarakat juga berperan penting dalam menciptakan stabilitas keamanan di wilayah pedalaman.
Melalui kegiatan Komsos yang sederhana namun penuh makna ini, Satgas Yonif 113/Jaya Sakti kembali menunjukkan bahwa pendekatan humanis menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas. Kehangatan yang tercipta di Pos Kendetapa diharapkan terus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di Papua Tengah. (PERS)
